CLIMBING SEMERU MOUNTAIN
"MENDAKI GUNUNG SEMERU 3676 M Dpl"
14-18 Juni 2014

Gunung Semeru, merupakan gunung yang mempunyai puncak tertinggi di Pulau Jawa.
berlokasi di Lumajang, Jawa Timur.
untuk sampai pada lokasi pendakian gunung semeru, harus melewati salah satu daerah di Malang, yaitu Tumpang. Tumpang adalah gerbang masuk gunung semeru.
Di daerah tumpang, kita bisa menyewa jeep untuk sampai di tempat awal pendakian, yaitu Ranupani.
butuh waktu kurang lebih satu jam perjalanan dari tumpang ke ranupane.
dalam perjalanan tersebut, mata kita dimanjakan pemandangan luar biasa dari guratan indah tinta-tinta Tuhan yang digoreskan nan sempurnya ke dalam kanvas-Nya.
kita bisa melihat indahnya kaldera gunung bromo, bukit serta tebing yang luar biasa indah yang mengitari daerah yang juga masih termasuk area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Setelah sampai di Ranupani, saya pribadi kagum dengan daerah tersebut, karena apa? karena daerah ini masih memegang erat budaya mereka, masih ada seni semacam Jaranan ataupun seni yang lain.
Di Ranupani pula, tempat pendaftaran serta pengecekan barang atau logistik yang dibawa oleh para pendaki + membayar biaya masuk tentunya.
biaya masuk pada hari kerja sebesar Rp. 17.500, 00 dan Rp. 22.500, 00 untuk akhir pekan/ hari libur/ hari besar.
Setelah melakukan pendaftaran jangan memulai perjalanan terlebih dahulu, kita harus mengikuti breafing dari petugas TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), barulah setelah itu perjalanan panjang yang akan kita hadapi. dimulai dari sini, kaki kita harus melangkah.
menuju tujuan pertama yang luar biasa indah, yaitu Ranu Kumbolo.
(Ranu Kumbolo)
Ranu kumbolo merupakan, danau yang luar biasa indah, danau ini siap menyambut lelah kita setelah melewati perjalanan panjang nan melelahkan.
"Surga Gunung Semeru" inilah sebutan klasik para pendaki pada danau ini, karena panorama memanjakan mata yang disuguhkan danau Dengan luas kurang lebih 1,5 Ha.
Apabila anda kehabisan perbekalan air minum, tidak perlu khawatir, tinggal ambil masukin botol, minum, Beres!
asal jangan sampai kita masuk ke dalamnya, apalagi sampai berenang. TIDAK BOLEH. selain bisa berpotensi merusak, ranu kumbolo juga termasuk memiliki air yang disucikan bagi saudara kita yang beragama hindu.
Setelah menikmati indahnya Ranu Kumbolo, perjalanan panjang sudah menanti lagi.
kapan sampai puncak?
puncak gunung semeru masih jauuhh....
(Tanjakan Cinta)
Tanjakan cinta, merupakan tanjakan yang menghubungkan antara ranu kumbolo dan oro-oro ombo. ada sebuah mitos yang menyelimuti tanjakan ini, apabila pendaki naik ke bukit ini sembari memikirkan sesoorang yang spesial di hatinya, niscaya akan menjadi jodohnya, namun dengan syarat tidak diperbolehkan menengok ke belakang.
sekali lagi saya ingatkan, itu adalah mitos yang sudah terlanjur tertanam.
tergantung kita menyikapinya seperti apa.
setelah capek menaiki tanjakan cinta dengan disanding mitos yang menyelimutinya, akhirnya sampai juga di puncak bukit ini. di sini, suguhan Sang Kuasa dapat kita nikmati lagi. keindahan luar biasa dari ranu kumbolo yang nampak dari atas. biru airnya, hembus anginnya bercampur kabut putih yang menghantam raga seolah membawa kita ke dunia yang lain dari dunia nyata kita.
(Ranu Kumbolo nampak dari puncak Tanjakan Cinta)
Setelah disuguhi pemandangan indah Ranu Kumbolo di puncak tanjakan cinta, tepat di hadapan saya sudah tersuguh pemandangan yang juga indah, pemandangan dari luasnya safana, yang berhias indahnya kumpulan bunga edelweis yang nampak luar biasa dari puncak tanjakan cinta, yaitu Oro-oro ombo.
edelweis bisa kita nikmati saat musim kemarau saja. jadikalau anda mempunyai rencana ke sini, bisa dikira-kira sendiri kan kapan harus berangkat?
(Oro-oro Ombo)
Hanya sekejap saja menikmati indahnya pemandangan oro-oro ombo dari atas, karena tidak sabar lagi untuk menikmati keindahan ini dari jarak dekat.
perlahan berjalan menuruni jalan setapak, untuk melanjutkan perjalanan di tengah-tengah mekar indah bunga edelweis.
Setelah hampir 100 m melintasi jalur di tengah mekar bunga edelweis, perjalanan dihadapkan pada hutan yang luas, namanya adalah cemoro kandang.
(Cemoro Kandang)
dari sini, untuk sampai ke kaki gunung semeru memerlukan kurang lebih 3 jam perjalanan. Namun, tergantung juga pada stamina dari pendaki itu sendiri.
lokasi selanjutnya setelah melewati cemoro kandang adalah jambangan, dari sini (jambangan), gunung semeru sudah sangat terlihat jelas.
(Jambangan)
Setelah melewati jambangan, selanjutnya adalah batas pos yang direkomendasikan oleh pengelola TNBTS, namiun banyak pendaki yang tidak mengindahkan peraturan tersebut, yaitu Kalimati.
Kalimati adalah bekas jalur lahar panas letusan gunung merapi, juga merupakan kaki gunung semeru. Di sini, kita mendirikan tenda untuk istirahat sembari mempersiapkan diri untuk pendakian menuju puncak gunung semeru di pertengahan malamnya, saat itu bertepatan hari sabtu, jadi saya malam mingguan di Kalimati saat itu.
di kalimat sendiri sulit untuk mencari air, perlu perjuangan hanya untuk mencari sebotol air minum. 30 menit untuk sampai ke sumber air yang ada di kalimati, dengan jalur yang naik turun dan berbatu.
(Tempat pengambilan air yang ada di Kalimati)
Di kalimati, saya bertemu dengan wisman berwarganegara Perancis. Kebetulan saat itu, saya dan teman saya mendapat tugas kampus untuk membuat video percakapan berbahasa Inggris. dengan mengumpulkan keberanian, saya dan teman saya mengajak ngobrol sekaligus saya rekam untuk dijadikan sebagai tugas kuliah. I Say "Enjoy Indonesia" to Them :)
(Wisman Perancis)
.......................................................................................................................................
Hampir dari maghrib sampai tengah malam saya habiskan untuk istirahat, sekitar pukul 23.00 WIB semua dibangunkan dan persiapan untuk berangkat pendakian ke puncak gunung semeru pada pukul 23.30 WIB.
Di tengah dinginnya suhu udara saat itu, semua pendaki sangat bersemangat untuk menaklukkan semua yang akan dihadapi nanti.
diawali dengan doa, langkah awal dimulai.
di tengah perjalanan berselambu kegelapan, hanya berharap pada sinar senter yang menerangi jalan para pendaki.
Stamina terkuras hebat saat pendakian tersebut, dengan jalur yang sebagian besar pasir, seolah-olah pijakan kita tiadalah berarti, karena akan kembali turun lagi.
dengan perjuangan luar biasa, akhirnya tepat 6 jam perjalanan (23.30 - 05.30) saya sampai di puncak kebanggaan, puncak yang menjadi tujuan utama pendakian kali ini, MAHAMERU.
Pengalaman luar biasa..
Menjadi orang tertinggi di Jawa, menginjak tanah tertinggi di Jawa.
Memandang penuh syukur kebesaran Alloh, dengan hamparan alam yang seolah berkata "Inilah ciptaan Tuhanmu, bersyukurlah engkau karena ini, dan sadarilah bahwa engkau ini kecil di antara luasnya alam ciptaanNya, engkau bukan siapa-siapa dan tidak mampu berbuat apa-apa untuk sekedar menyamai apa yang engkau lihat saat ini"












keren mas bro..
BalasHapus